.breadcrumbs{ padding:5px 5px 5px 0; margin:0;font-size:95%; line-height:1.4em; border-bottom:4px double #cadaef}

Kamis, 24 Oktober 2019

Menikmati Tiga Poli sekaligus dalam sehari di Faskes 1 BPJS

Hai...Jumpa lagi dengan tulisanku, kali ini aku ingin berbagi cerita pengalaman ku di hari selasa kemarin tgl 22 ktober 2019. Aku sengaja ambil cuti 1 hari hanya untuk sekedar mengecek segala keluhan - keluhanku untuk berobat dengan BPJS di faskes tingkat I , kebetulan faskes I ada di Puskesmas Mampang Prapatan.


Seperti biasa untuk semua layanan BPJS jauh dari kata sepi, kita harus siap mengantri pendaftaran dari jam 06.00 pagi, untung tempat tinggalku tidak jauh sehingga aman lah untuk bolak - balik. Kali ini aku mendaftar 3 poli sekaligus apa saja kah itu? mau tahu ga...nih aku kasih tahu:
Poli KB karna KB implant yang aku pasang sudah waktunya di copot aku pilih poli KB yang aku dahulukan.
Poli Gigi, sebenarnya tidak ada keluhan dari gigi yang sudah aku tambal sebelumnya (sudah aku post) namun aku penasaran dengan pelayanan scalling / pembersihan karang gigi di puskesmas mampang ini.
Poli Umum , Tanganku agak suka nyeri dan kesemutan aku kawatir asam urat ku naik lagi makanya aku mau cek asam urat dan itu memang harus ke poli umum dulu.
Sekarang kita bahas satu -satu ya..


Sebelumnya aku ambil loket pendaftaran dulu dimesin yang tersedia di ruang pendaftaran lantai 1, namun sayang untuk peserta BPJS tidak boleh langsung daftar 3 poli sekaligus mesin tidak mau membaca dan print keluar untuk poli ke tiga. Tak masalah untuk poli ketiga aku akalin dengan cara umum/berbayar.


Oia start kerja dipuskesmas ini pukul 08.00 kadang lebih sih petugas kadang suka ngaret, saya langsung menuju lantai 4 ke poli KB aku dapat no pasien yang ke 1. Disana tertulis yang menangani hanya seorang bidan, tidak lama aku menunggu aku pun dipanggil dan masuk menjelaskan perihal keluhanku. Kesan pertamaku untuk petugas bidan itu agak kurang ramah dan tidak informatif. Aku menjelaskan kalau KB implantku sudah saat nya dicabut tapi mau sekalian pasang agar tidak bolak - balik, oke dia jelaskan tapi jutek gitu sepertinya bidannya belum sarapan,,aku diminta timbang berat badan dan ditanya ini itu. Dia sempat menanyakan kenapa ga cabut di tempat pasang , aku jawab faskes ku sekarang disini bu kalau kesana harus bayar lagi walaupun dulu pasang aku juga gratis.


Dannn ternyata teman -teman..BPJS hanya mengcover 1 tindakan saja untuk bangkar pasang implant sekaligus, tarif di puskesmas mampang ini bongkar 150 K dan pasang 150 K. Berhubung aku ada BPJS aku cuma bayar 1 tindakan 1 nya lagi di cover BPJS dan saya diminta kembali pukul 13.30 wib
gimana perasaan kalian sudah datang paling awal tapi akan ditangani baru jam 13.30 wib. Sepertinya kali ini aku tidak mempermasalahkan karna aku harus ke poli gigi juga.


Aku turun ke lantai 2 untuk menunggu giliran, poli ini paling antri gaes,,pasiennya juga dibatesin sampai 33 orang saja dan seperti biasa pasien anak-anak dan lansia akan di dahulukan , aku dapat no antrian no 14 ,,what?? bisa dibayangkan jam 8 saya sudah mengantri sekitar jam 10.30 baru kedengeran namaku namaku dipanggil." kenapa mbak..?, aku pengin bersihin karang gigi bu,,,yang mana atas kiri/kanan apa bawah kiri/kanan harus salah satu.lho ga bisa semuanya bu,,,ga bisa..harus salah satu. kalau bayar apa boleh semua bu,,kalau sama bayar jadi bawah semua apa atas semua tapi bayar 30 k di kasir ya. beneran ga bisa semua bu untuk bayar sekalipun , tidak bisa.


Akhirnya aku nurut saja aku bayar di kasir 30k dan kwitansi aku kasih ke petugas , baru deh di tangani dan aku memilih gigi bawah kanan kiri dibersihin dulu (inget aku bayar buat kanan dan kiri di cover bpjs) next nya baru gigi atas bisa dilayani.Tidak kurang dari 15 menit aku pun sudah keluar dan selesai ditangani,sebentar khan untuk penantian yang sangat panjang. Aku langsung meluncur di poli umum dekat dengan loket pendaftaran .


Aku coba mendaftar ke poli umum pakai system tetap tidak bisa dan akhirnya aku pun harus membayar 10k untuk jadi pasien umum. tidak berlangsung lama karna kondisinya memang sudah mulai sepi, aku langsung dipanggil dicek darah dan bb seperti biasa. aku pun langsung disuruh masuk , aku menjelaskan ke dokter yang jaga saat itu bahwa jari telunjuk teramat sakit walaupun sudah diurut dan sering sekali kesemutan. ada riwayat asam urat? ada dokter pernah tinggi asam uratku ,,nah berarti harus cek asam urat dulu ke lantai 2 nanti balik lagi kesini.


Aku pun langsung ke lantai 2 dulu ke kasir lagi untuk mendapat no antrian lab, untungnya dikasir aku diminta bpjs nya jadi untuk pengecekan tidak bayar alias di cover bpjs kalau bayar tarifnya 30k juga.
Tak berlangsung lama namaku dipanggil dan disuntik dilengan untuk diambil sample darahnya. untuk hasilnya tunggu 2 jam ya bu..what?? pukul sudah menunjukan jam 12.00 ,,,aku pun memilih untuk pulang terlebih dulu mengisi perut yang sedari tadi lupa aku isi,,eitss tapi belum selesai ya ...wait..wait...


Setelah pukul 13.30 wib saya langsung menuju poli KB, bidannya agak lebih ramah mungkin karna sudah makan siang dan lebih informatif daripada sewaktu datang pagi. saya siap bu dibongkar pasang dari pada bolak - balik, ibu bidannya pun langsung menuliskan resep obatnya..ini belum diambil tindakan aku udah dikasih resep obat untuk ditebus termasuk obat bius nya juga. (sebenarnya kepngin tanya jarum dan obat suntik apa tidak tersedia di ruangannya sampai pasiennya sendiri yang harus ambil dan tebus). aku turun lagi di lantai 2 bayar dikasir 150 k (inget aku bayar bongkarnya pasangnya aku di cover bpjs) dan antri obat , untung tidak lama tapi aku harus bolak - balik lantai 4 -2-1-4 pantes BB dr 69 jd 67 wkwkw..


Tiba saatnya eksekusi bongkar implant,jujur ini pengalaman pertama takut udah pasti, aku selalu menyebut kalam illlahi sebagai penenang aku (lebay ga sih)..jangan takut bu,,sakit ga ,,iya sakit bu,,,sakit banget ,,heh ,,heh,,kan udah dibius..tetep aja berasa tuh kalau ada jarum masuk..di cari dah tuh jarum untuk dikeluarin,,nyarinya macam kalau kita makan choki choki gaes tahu kahn,,,diurut kedepan dulu..ga ketemu diurut lagi,,ya Alloh bohong banget kalau ga sakit biarpun udah dibius.


Siperawat yang kebetulan laki-laki juga meringis ngilu, apalagi aku. setelah kedua jarum ketemu aku disuruh lihat aku cuma menoleh sebentar dan aku lihat sekilas darah di lengan keluar sambil terus dilap sama siibu bidan. melanjutkan eksekusi kedua yaitu pemasangan implant yang baru nya, nah untuk proses masangnya sebenarnya tidak berasa sama sekali dan prosesnya cepat. akhirnya semua tindakan untuk KB ku selesai. aku pun diminta kembali kontrol hari jumat 25 oktober 2019.


setelah implant aku kembali ke lantai 2 ambil hasil test asam urat ku yang menunjukan angka 4,4, aku langsung menuju poli umum dimana dokter yang tadi memeriksaku, dokter bilang aku tidak ada masalah apa-apa mungkin jarinya pernah terbentur apa karna efek naik motor , dan aku cuma dikasih vitamin untuk yang suka kesemutan saja. Alkhamdulilah perjuangan berobatku selesai jam 15.00 dari jam 07.30 wib aku datang.


Total yang harus aku keluarkan meskipun aku pasien BPJS
1. Scalling gigi di salah satu sisi Rp 30,000,-
2. Daftra Poli Umum Rp 10,000,-
3. Tindakan salah satu untuk KB implant Rp 150,000,-
Total jadi Rp 190,000,-


Nah gimana teman - teman kalau kaya gini masih efektif ga kalau iuran bpjs dinaikan akan tetapi ketika berobat kita juga harus keluarkan uang?


kasih komentar ya semoga bermanfaat ..(foto - foto nyusul ya..)

Kamis, 03 Oktober 2019

Mogok Sekolah

Saya memang agak sedikit keras kalau untuk belajar Ginta anak pertama kami. Akhir - akhir ini ginta sepertinya kurang berminat mengerjakan PR yang diberikan gurunya disekolah. Bimba AIUEO tempatnya dia belajar selama 3 tahun sampai sekarang. Bukannya tidak mau mendaftarkan ginta ke PAUD / TK namun jarak dan yang mengantar yang membuat saya memutuskan untuk belajar di bimba.

Bimba lembaga pendidikan yang fokus mengajarkan anak untuk calistung (baca tulis hitung) makanya tidak heran ginta 5 tahun sudah lancar membaca ,menulis dan berhitungnya. Seperti biasa sepulang kantor saya selalu menyempatkan bertanya tentang kegiatan ginta seharian,sudah dikerjakan belum PR nya? nah untuk pertanyaan ini ginta selalu ada jawaban yang seakan menunda untuk mengerjakannya, sekali dua kali saya mencoba memaklumi mungkin ginta sedang bosan dengan sekolahnya, makin kesini nya dia semakin malas untuk belajar. PR tidak pernah dikerjakan,alhasil guru yang membimbing dia akhirnya tahu. Ketika sampai di sekolahnya ginta tidak langsung belajar dengan teman sekelompoknya, tapi dia diminta gurunya untuk menyelesaikan PR nya terlebih dahulu. Alhasil dia jadi semakin molor jam belajarnya dari jadwal cuma 1 jam ginta bisa lebih itu berlangsung hampir 1 bulan. Jika ginta bolos maka hari berikutnya akan ditambahkan jam belajarnya sebagai pengganti jam yang kemarin ditinggalkan atau modul tambahan yang harus dikerjakan di rumah. Saya sempat menduga ini penyebabnya ginta semakin tertekan.

Saya coba menanyakan ginta pelan-pelan kenapa kakak ginta sekarang ga mau kerjain PR nya...dengan keaktifannya dia malah menjawab ginta gak mau sekolah!.Hal itu berlanjut dihari -hari selanjutnya makin dikerasin ginta malah semakin gak mau mengerjakan PR. Berangkat sekolahpun ginta jadi gak mau sama sekali. Saya , suami dan mama tuanya hampir kehabisan akal.  Akhirnya saya meminta mama tuannya untuk koordinasi dengan gurunya agar ginta tidak usah dituntut mengerjakan PR, kalau perlu jangan dikasih PR dulu trus jam belajarnya tidak usah ditambah/dikasih modul kalau dia bolos biarkan sesuai keinginannya.

Akhirnya hari itu dimana Ginta benar-benar tidak mau sekolah pas dibujuk ayah dan mama tuanya ginta pun jadi berangkat sekolah. Gurunya akhirnya membantu tidak memberi PR/ modul tambahan untuk sementara. Alkhamdulilah,,,usaha ini berhasil ginta mau lagi masuk sekolah. Dia juga sudah mau lagi mengerjakan PR nya dengan sepupunya (adik kelasnya). 

Hal yang harus diperhatikan kepada anak yang mogok sekolah:
  1. Cari tahu penyebab apa yang membuat si anak jadi malas belajar/mogok belajar
  2. Diskusikan dengan anak, orang yang paling dekat dengan anak bisa teman, orang yang mengantarkan sekolah, dan anggota keluarga lainnya.
  3. Mencoba hal - hal baru dengan anak, misal belajar bareng dengan teman, belajar ditaman.
  4. Mencari solusi untuk mengatasi penyebab anak mogok bisa melibatkan dengan guru yang disekolah.
  5. Berikan pujian /hadiah sesuai kemampuan.
Semoga bermanfaat..

Rabu, 04 September 2019

Lomba Mewarnai di Blok M Square

Hallo...Minggu Lalu tepatnya tgl 24 agustus 2019 kemarin ada event buat anak - anak lo ..Acaranya seru banget untuk mengisi akhir pekan dengan keluarga. Ini menjadi lomba kesekian kalinya Ginta, tapi menjadi lomba pertamanya ginta dengan hasil yang maksimal. Belum sampai jadi juara memang, tapi setidaknya ginta mampu menyelesaikan apa yang ada dihadapannya. Lomba diperuntukan untuk anak  kategori A ( TK - SD kelas 1) dan kategori B (kelas 2 - 4 tahun).


Lomba kali ini diadakan oleh Neo Wef Organizer dengan pendaftaran 35rb/anak gratis goodybag untuk peserta yang mendaftar sampai tanggal 22 agustus kemarin.Acara kemarin bukan hanya untuk lomba mewarnai saja, acara diisi oleh penyanyi cilik Indira , sulap dan beberapa lomba untuk memeriahkan HUT RI ke 74 tahun untuk ibu dan anak-anaknya. Acara dimulai dengan pembukaan dan kehadiran Indira yang menyanyikan 2 buah lagu. Di acara kedua langsung ke inti lomba mewarnai dengan diawali dengan pembacaan doa. Lomba berlangsung 90menit. Sambil menunggu pengumuman pemenang kategori A Dan B acara dilanjutkan dengan beberapa lomba.





Yeahhh,,biarpun ginta ga menang maminya tetep dapat hadiah lo karna juara bawa kelereng, lumayan lah dapat payung seperti pepatah sedia payung sebelum hujan wkwkwk...karna Ada lomba diperuntukan para bunda yang ikut menemani.sampai jumpa diulasan event berikutnya ya...

Selasa, 06 Agustus 2019

Piknik ke Kids Zoo Ragunan

Arena kidszoo menjadi tempat favorit aku dan keluarga ketika berkunjung ke Taman Marga Satwa Ragunan, pasalnya playground yang ada disana membuat Ginta dan dede Argy betah seharian tanpa harus kecapean jalan-jalan melihat hewan yang ada di Ragunan.





Minggu, 04 Agustus 2019 kemarin aku bertemu dengan teman-teman semasa kecil, tempat ketemu kami jatuh di Kidszoo. Ternyata pilihan kami tidak sia-sia anak-anak menikmatinya tanpa harus ada yang tantrum kelelahan dan caper ketika ada abang-abang menawarkan mainan yang menurut aku gak banget harga yang ditawarkan dengan jenis mainannya.

Ketika memasuki parkiran motor di parkiran motor utama Ragunan sebelah kanan kalau dari arah mampang, kita langsung ke kanan disitu terlihat jelas arena kidszoo. Oiya untuk masuk ke kidszoo kita dikenakan tarif lagi setelah masuk dari pintu utama.

Tarifnya murah kok only Rp 2500/orang (dewasa/kecil)  kita top up tetap pakai jakcard ya. Ada apa aja di dalam kidszoo ya...Memasuki pintu masuk kartu jakcard kita akan di Tap kan sama petugas 1-1 sesuai jumlah orang yang akan masuk, dari pintu masuk kita akan mendapati banyak permainan out door anak seperti ayunan,panjat jaring, perosotan,dll.




Di samping kanan pintu masuk ada arena menunggang kuda untuk anak-anak tarif yang dikenakan cuma Rp 5000/anak dan harus pakai jakcard transaksinya.Sensani menunggang kuda banyak disukai anak-anak terbukti dari jumlah antrian yang panjang,tidak perlu takut karna ada petugas yang membantu mengintari 1 putaran . Ada dua jenis kuda yang ada di kidszoo dewasa dan yang masih kecil.


Melewati arena menunggang kuda kita menyisir area kidszoo, ada beberapa spot foto yang intagrammble yang disediakan disini salah satunya ikon kidszoo (ada fotografer profesional yang stand by disana sayang kami tidak mencobanya) dan pemandangan topi petani yang bergelantung.



Menjelajahi dengan berjalan lebih jauh  ada hewan-hewan juga ada, seperti burung dan kolam ikan.



Diarena kolam ikan kami tidak sempat foto lebih  kiddosbanyak karna begitu antusias melihat sampai tidak kepikiran untuk mengabadikan.oh iya disini tuh adem dan rindang banget, banyak joglo yang bisa dijadikan tempat berkumpul/arisan atau kodpar suatu organisasi. Kidszoo juga steril dari para pedagang , jadi sebelum masuk stok makanan dan minuman ya guys...sampai ketemu ditulisan yang lain.



Jumat, 28 Juni 2019

Mencoba pelayanan THT di RSUD Pasar Minggu

Sabtu ,15 Juni 2019 kemarin saya ditemani suami dan anak-anak datang ke RSUD Pasar Minggu setelah faskes 1 memberikan rujukan untuk datang ke spesialis THT mengenai gangguan telinga. Hampir seminggu ditelinga serasa ada hewan didalamnya ,bunyi dan mengganggu sekali. Jam 09.30 saya tiba ,suasana RSUD sudah sangat ramai memang disarankan datang lebih pagi  karna jam 07.00 loket sdh dibuka. loket pendaftaran ada di lantai I sebelah kiri dari pintu masuk.




lantai I sendiri terdiri dari pusat informasi, loket pendaftaran, bagian farmasi, Bank Darah dan kasir untuk rawat inap/ UGD.






Saya menuju tempat pendaftaran yang dibagi 2 umum dan peserta bpjs, yang harus dipersiapkan untuk peserta bpjs:
1. Foto copy KTP
2.Foto copy Kartu BPJS
3. Surat Rujukan
sesampainya di loket saya dibantu oleh security yang memberikan no antrian. sekitar 10 menit no antrianku dipanggil dan langsung disuruh ke poli THT lantai II.



Di lantai II kondisinya lebih ramai dari lantai satu karena terdiri dari berbagai ruangan semua poli kesehatan (ada poli mata, tht,jantung, dll).Aku langsung menuju ke Nurse station . Di Nurse station kita juga harus menunggu antrian karna beberapa poli digabung, sekitar 30 menit namaku dipanggil untuk pengecekan tekanan darah dan berat badan serta ditanya tentang keluhannya. Setelah dari nurse station baru disuruh menunggu di depan poli tht yang aku tuju. Ada dua ruangan dokter tht yang praktek namun sayang, dokter yang pertama sepertinya tidak praktek membuat antrian pasien semakin panjang dan lama. Setelah menunggu hampir 3 jam namaku baru dipanggil, dokter yang praktek kebetulan cewe, ramah dan baik hati kaya saya he..dokterpun menanyakan keluhan saya dan melakukan pengecekan kata dokter di dalam telinga ada jamur, walaupun sedikit itu memang mengganggu. 

Dengan alatnya (semacam jeruji sepeda) diberi kapas & kream telingaku dibersihkan, agak sakit menurutku dokter menyarankan agar minggu depan kembali lagi sambil langsung meresepkan obat untuk diambil dibagian farmasi. Hanya sekitar 15 menit proses pengobatannya saya. Menunggu tak sampai disitu, untuk menebus obat saya harus menunggu lagi karna semua poli kesehatan digabung menjadi satu. Saran saya kalau ada yg berobat di RSUD resep diambil malam harinya atau sore ketika antrian sudah tidak banyak, karna dibagian farmasi ini buka 24 jam.Namaku dipanggil untuk untuk pengambilan obat ketika jam menunjukan pukul 15.30.





sambil menunggu aku mengajak anak-anak bermain di playground dekat taman sebelah kanan gedung Hanya yang disayangkan disini tidak ada kantin tetap atau tempat jajan yang bisa buat melepas jenuh.
di lantai bawah cuma ada store kecil Imperial cakery dan dipojok gedung ada truck Bakmi GM.Sangat dianjurkan untuk membawa bekal makan dan minuman sendiri .

Untuk yang mau berobat di RSUD Pasar Minggu berikut jadwalnya bisa dilihat di link http://rsudpasarminggu.jakarta.go.id


Rabu, 12 Juni 2019

Mencoba Perawatan di Klinik Bening Dr. Yulia Murti Mampang

Rasanya Setiap hari kulit kita semakin tua, memang sudah sewajarnya kita harus bisa merawatnya walaupun menua tak bisa dihindari, setidaknya kita bisa menundanya. Aku termasuk orang yang cuek sekali dengan rawat merawat apalagi yang berurusan dengan kulit wajah. Bukannya tidak ingin cantik, tapi rasa malas ditambah sekarang ada krucil-krucil yang begitu menyita banyak waktu ditambah dengan aku yang setiap hari naik motor cuma pakai helm tanpa sunblock membuat kulit muka kusam dan banyak bintik-bintik milia.

Semakin hari rasanya itu milia mengganggu kepercayaan diriku dalam berpenampilan. Selama ini aku hanya berusaha dengan memakai krim-krim yang dijual bebas dipasaran dan masker telur itu pun tidak membuahkan hasil apa-apa. Akhirnya dengan terpaksa aku beranikan diri mendatangi klinik kecantikan Dr. Yulia Murti. 

Info dari karyawannya Dr. Yulia Murti pada awal karirnya hanya sebagai dokter umum, kemudian beliau melanjutkan ke spesialis kulit.

Di klinik Bening cabang mampang beroperasi dari tahun 2016. Nah treatment apa saja ada disini ya...aku punya bocorannya dari brosur yang aku ambil bisa di zoom ya.


Dengan dibantu beauty consultant nya akupun memilih facial bening (125k) dan galvanic brightening (110k) ini yang berguna untuk mengurangi bintik bintik dan flek hitamnya.

Suasana kliniknya masih sepi pas aku datang cuma ada 1 pasien saja, klinik ini akan banyak pengunjung di akhir pekan dan bulan ramadhan.


Langkah pertama wajah dibersihkan dan dilakukan pemijatan lembut oleh therapist,pijatannya kaya seperti pijatan totok wajah bagi yang sudah pernah pasti bisa membayangkan.


Langkah selanjutnya adalah proses penguapan, ini diperlukan waktu sekitar 30 menit agar memudahkan membersihkan komedo yang membandel.  Setelah 30 menit berlalu langkah selanjutnya adalah pembersihan komedo dari titik - titik hitam. Proses ini yang saya tidak sukai karena dilakukan dengan alat modern dan manual . Dengan alat yang manual ini yang bikin kita meringis nangis menahan sakit.

Langkah selanjutnya pemakaian masker galvanis,tahapan ini cukup lama karena maskernya tebal ditambah tidak ada kipas yg bisa mengeringkan masker diwajah. Aku hampir bt karena lebih dari 30 menit tapi terbayar semua hasilnya.

Nah segitu aja pengalamanku perawatan,kedepannya  pengin nyobain perawatan elektro counter, ditunggu tulisanku yang lainnya ya...




Kamis, 10 Januari 2019

Tambal Gigi

Yeahhh...akhirnya saya mau menulis lagi.Kali ini saya mau berbagi pengalaman saya tentang Tambal Gigi. Mau tahu banget apa mau tahu aja...cusss langsung baca yukk..

Kebanyakan orang sering sekali  menyepelakan kesehatan dan kebersihan gigi (termasuk saya). Jadi gini, awalnya gigi geraham pojok kiri saya kalau di dunia kedokteran itu gigi no 27,,,sering sekali nut nutan apalagi kalau udah ada makanan yang masuk. Langsung nyerangnya ke syaraf, sakitnya jadi seluruh badan, emosi jadi tak terkontrol(apalagi kalau tdk punya duit hihi). Penyebabnya ya mungkin kebersihan gigi yang kurang terjaga dari kecil. Setelah baca-baca referensi aku niat untuk tambal saja tidak mau cabut gigi ke dua kalinya, karna gigi yang disebelahnya sudah aku cabut waktu tahun 2006.Dengan tekad yang bulat saya beranikan diri buat ke dokter gigi, saya coba yang ke Puskesmas Mampang tanpa BPJS (umum).

Pagi-pagi buta saya minta ke suami untuk diambilkan no antrian ke poli gigi, maklum pelayanan kesehatan seperti puskesmas jumlah pasien dibatasi hanya 33 orang saja dalam sehari, dan benar saja di jam 8 pagi no antrian poli gigi sudah ludes terjual. Pemeriksaan pertama saya gagal karena no antrian sudah panjang sedangkan saya harus ke kantor secepatnya.

Hari berikutnya saya minta suami lebih pagi untuk ambil no antrian , yes ! Dpt no 3 segeralah meluncur ke puskesmas Mampang yg ada di jl.bank,Mampang.

Setelah menunggu akhirnya tiba juga giliran saya memasuki ruangan. Puskesmas Mampang ini termasuk baru, gedung dan fasilitasnya masih anget lah intinya.

Saya dicek tensi,BB dan keluhannya apa? Di Puskesmas ini hanya boleh 1 keluhan 1kunjungan saja,gak boleh sekaligus berobat berbarengan.Misal gigi atas sakit,gigi bawah sakit. Mana dulu yg mau diobati, ga bisa 2 sekaligus.

Di poli gigi puskesmas Mampang ini terdiri dari 3 bangku dan 3 dokter spesialis gigi 1 untuk pasien anak2,umum,dan lansia. (Sayangnya tidak diperbolehkan mengambil gambar diarea puskesmas).

Mereka memprioritaskan untuk yg anak2 dan lansia (saya termasuk yg mana ya?sambil mikir..) sebagai bocoran dokternya ada yg cowok cakep idaman wanita pokoknya ada juga yg wanita cantik dan dokter yg sudah paruh baya.

Saya kebagian ditangani oleh dokter cantik & ramah setelah ditanya2 dokter lgsg mengeksekusi gigi saya..jujur saya parno melihat peralatan dokter,selama gigi ditangani mata saya merem.Gigi saya mulai dibersihkan dikasih kapas kanan kiri mulai lah itu gigi dibor rasanya ya agak sakit, terus disuruh kumur, penanganan dilanjutkan dg memberi semacam antibiotik lewat spray itu asli ngilu banget pas yg kena gigi sakit,proses penanganan gak lama kok cuma sekitar 15 menit .

Dokter bilang gigi saya sudah kena ke syaraf,jd cuma dikasih obat untuk matikan syaraf giginya biar ga sakit.jd cuma ditambal sementara aja gak bisa langsung tambal tetapseminggu kemudian disuruh kembali lagi. Agak makan waktu c menurut saya yang bekerja.

Kita memang harus menjaga kebersihan gigi sedini mungkin,buat kalian yg lagi sakit gigi bergegaslah berobat. Jangan lupa selalu sikat gigi  min 2x sehari pagi dan sebelum tidur, jangan suka mengemil sebelum tidur seperti saya, jika diperlukan gunakan obat kumur seperlunya.Adapun biaya yang dikenakan di puskesmas cukup murah saya sudah perawatan yang ke tiga hanya menghabiskan tidak lebih 20 ribu :
1.pendaftaran 2000
2. Tambal 5000
3.perawatan 5000

Memasuki Januari 2019 informasinya ada kenaikan tarif pelayanan yang biasa dikenakan 10 ribu bisa menjadi 60-90 ribu, ini informasi terakhir saya perawatan syaraf gigi.

Nah ada yang punya pengalaman yang sama ga?




Jumat, 04 Agustus 2017

Marry Me or Never

Ya ampun.. Tabungan tulisan saya sudah lama teronggok, akhirnya saya  bisa lanjutkan siapa tahu bermanfaat. 

Jadi gini suatu hari temen saya minta dikenalkan dengan seorang gadis yang siap untuk menuju ke jenjang yang lebih serius, karna dari segi umur dan ekonomi memang teman saya memang sudah cukup. Saya sering kebingungan kalau diminta tolong untuk hal yang satu ini, disatu sisi saya memang ingin menolong tapi disisi lain saya takut nanti disalahkan jika ada apa-apa ketika Alloh benar-benar menjodohkan mereka lewat perkenalan yang saya hubungkan.

Secara tidak sengaja salah seorang kerabat saya juga cerita bahwa dia dan pacarnya sudah lama menjalin hubungan sudah terlalu lama dan untuk kearah yang serius belum ada omongan apa-apa dari si lelakinya. Dia ingin menemukan lelaki yang bisa diajak kearah serius. Saya tahu betul bagaimana perasaan kerabat saya ini karena dulu juga saya mengalaminya hihi (jd curhat).

Tidak dipungkiri bahwa wanita memiliki batas umur yang sebagian masyarakat masih menganggapnya sebagai hal yang memalukan ketika batas umur itu terlewati dan kita belum menemukan pendamping hidup. Apalagi ketika teman sebaya sudah lebih dulu menikah ini menjadi tekanan yang cukup kuat untuk wanita single menurut saya.

Tentu saja menikah bukan hal yang mudah untuk kita putuskan, apalagi ketika kita baru mengenal pasangan baru. Kita harus mengenal betul pribadi, tingkah laku dan keluarganya tentu saja ini butuh waktu yang tidak sebentar. Akan tetapi mengenalnya lebih lama juga tidak menjamin bahwa kita tahu betul tentang hati dan sifat seseorang karena sesungguhnya hati seseorang hanya Alloh yang tahu.  

Saya tidak lantas langsung menjodohkan kerabat dan teman saya begitu saja, saya kasih masukan kepada kerabat saya bahwa untuk berkenalan dan sekedar untuk menambah teman tidak apa, namun jika harus terburu-buru langsung memutuskan serius dengan teman saya lebih dipikirkan dahulu. Pernikahan bukan untuk dalam hitungan hari,bulan ataupun tahun kita inginnya sampai akhir hayat kita bisa bersama-sama dengan pasangan. Intinya selesaikan terlebih dahulu dengan pasangan yang sekarang bagaimana baiknya. 

Jika diantara kalian ada yang mengalami posisi sama spt kerabat saya, sudah galau menjalin hubungan dengan pasangan yang terlalu lama bingung mau kemana, dikutip dari berbagai sumber tdk ada salahnya dicoba langkah berikut :

  1. Tanyakan kepada pasangan mau dibawa kemana hubungannya, seperti apa dan sampai kapan?  Kayak lagunya Armada tuh..  
  2. Jika dalam pembicaraan harus melalui pertengkaran anggap itu sebagai proses untuk hasil yang disepakati bersama.
  3. Usahakan selalu terbuka jangan sampai ada yang ditutupi dari masing-masing pihak .
  4. Jika sudah dibicarakan baik-baik belum juga menemukan titik sepakat, menurut saya sebagai wanita ya harus tegas Marry or Never! ucapan ini jangan hanya sekedar gertakan sambal, kita harus siap resiko yang bakal diterima. 
  5. Tapi Jika kendalanya tentang ekonomi, menurut saya yakinkan kepada pasangan bahwa menikah akan membuka jalan rezeki. 
Yeahh kayaknya hanya segitu saja.. Mudah-mudahan cara diatas bisa membuka jalan keluar dari kegundahan yang ada. 

Selasa, 26 April 2016

Menikmati Fasilitas Rujukan BPJS Kesehatan Bagian 2

Membaca Judulnya jadi ingat film kesayangan Ginta Upin & Ipin Bagian 2 hehe,,,tulisan ini memang melanjutkan dari tulisan sebelumnya yang sempat kesal dengan pelayanan dokter dan perawat yang menangani saya 2 minggu yang lalu di RSUD Mampang. Sebenarnya saya diminta datang lagi kontrol di hari rabu tanggl 20 April 2016 tetapi berhubung terkendala cuaca minggu lalu yang hujan dan kebanjiran saya baru datang lagi hari ini 26 April 2016.

Sebelum saya meluncur lagi ke RSUD Mampang, kemarin saya ke klinik Pondok Karya lagi untuk ambil surat rujukan online yang sempat dimasalahkan minggu lalu, seperti ini loh yang dimaksud surat rujukan onlinenya.



Pas udah dapat surjuknya tadi pagi-pagi ketika biasanya saya masih bermain ria dengan ginta, hari ini saya sudah meluncur melawan kemacetan di mampang. Tahu sendiri mampang bagaimana macetnya kalau pagi, ternyata tidak sia-sia saya langsung dapat no antrian no 8 BPJS ke tempat pendaftaran, lalu saya diminta surat rujukan, fc KTP, fc kartu BPJS trus surat pengantar permintaaan cek lab yang minggu lalu dikasih Dr. Fransisca untuk cek gula Puasa 10 jam & 2 jam.

Saya sempat ditanya mau ditangani dengan Dr. Fransisca Noela Spog lagi atau Dr. Nurfikha Handayani Spog ? saya jawab siapa saja pak (padahal dalam hati gak mau Dr. Sisca lagi, dan untungnya hari ini yang dinas pagi Dr. Fika Alkhamdulilah). Tanpa menunggu lama seperti minggu lalu saya langsung diarahkan ke kasir lanjut ke lab yang dilantai 3.

Setibanya dilantai 3, tidak ada pasien satu pun kecuali saya. Saya pun langsung diarahkan masuk ke ruangan lab untuk pengambilan sample darah, sebelumnya saya memang diminta puasa 10 jam tidak boleh makan kecuali minum air putih, saya pun siap saja melakukannya padahal tadi pagi perut dan kepala sudah kliyengan (pusing). Pengambilan sample darahpun akhirnya cepat dilakukan kurang dari 5 menit (wow bingitss,,) Pengambilan sample darah pertama selesai, saya diperbolehkan makan dahulu kemudian dilanjut dengan puasa lagi 2 jam jam 10.30 saya diminta untuk pengambilan sample darah yang ke II.

Waktu masih menunjukkan pukul 08.10 wib, saya memutuskan berangkat  ke kantor terlebih dahulu sambil menunggu jam 10.30 wib. Pelayanan RS sampai sejauh ini masih baik mungkin karna masih pagi belum ada kesibukan yang berarti.

Ketika sudah mendekati jam 10.30 saya langsung ijin keluar kantor  meluncur lagi ke RSU Mampang lantai 3, tepat prediksi saya setibanya saya di lantai 3 saya langsung disuruh masuk untuk langsung pengambilan sample darah yang ke II. Sudah pada pernah kan pengambilan sample darah yang melalui jari? rasanya ya kaya ditusuk jarum (hahaha..) gak begitu sakit kok cuma sekali jepret alatnya. 

Pengecekan akhirnya selesai saya dinyatakan normal semua oleh mbak petugasnya yang ramah, seingat saya rinciannya glukosa puasa 78 mg/ltr apa yah(satuannya lupa), dan glukosa pp 131. Alkhamdulilah, saya cukup dag dig dug mengingat saya sama sekali belum pernah melakukan pengecekan gula darah atau sejenisnya. Saya pun dikasih 2 lembar hasil pengecekan hari ini lalu diarahkan ke lantai 2 ke poli kandungan.

Setibanya dilantai 2 saya dicek kembali untuk BB, suhu, tekanan darah saya alkhamdulilah semuanya normal, tak berlangsung lama saya pun dipanggil, didalam sudah ada Dr. Fika. Minggu lalu saya sempat melihat orangya manis berhijab, lemah lembut tutur katanya. Beliau juga sangat informatif dan ramah tidak seperti pengecekan sebelumnya yang agak kaku dan tegang suasananya, kali ini saya sangat nyaman. saya ditanya kep******* bagaimana? saya bilang sudah mendingan bu, Ibu perawat yang kemarin menangani saya mendampingi Dr. Sisca juga tidak banyak bicara. Pengecekan USG kali ini juga tidak setegang kemarin, dokternya bahkan menjelaskan hasilnya, posisi bayi, air ketuban dan posisi plasentanya semuanya bagus hanya saja alat kelaminnya lagi tidak terlihat dan saya insya Alloh bisa melahirkan normal lagi katanya. Pokoknya TOP BINGITSSS untuk Dr. Fika dokter seperti ini yang sebenarnya dibutuhkan indonesia penuh ketulusan dan keibuan.

Saya diminta datang 2 minggu lagi kecuali jika ada keluhan saya bisa datang kapan saja, ibu perawat sempat mengingatkan saya kalau datang pagi bu. Tapi saya dibelain sama Dr. Fika "Ibunya tadi ke lab dulu bu,,"ibu perawat hanya diam,(dalam hati dasar perawat hihi).

Seperti itulah kira-kira fasilitas dan pelayanan rujukan dari bpjs kesehatan yang saya rasakan, menurut saya:

  1. Tidak semua dokter/ tim medis akan memperlakukan buruk pasiennya, menurut saya itu tergantung dari karakter orangnya sendiri.
  2. Jangan langsung berkecil hati apalagi sampai menunda/tdk melanjutkan pengobatan yang sudah dijalankan dari awal ketika mendapatkan perlakuan yang tidak baik, saran saya mending minta ganti dengan dokter lain yang menanganinya.
  3. Jika ingin berobat/sekedar kontrol dengan menggunakan BPJS kesehatan sebaiknya dipersiapkan segala sesuatunya, dengan berusaha datang secepat/sepagi mungkin, mempersiapkan dokumen yang diperlukan (fc ktp, kartu bpjs,surat rujukan bahkan ada yang meminta fc kartu keluarga) dan jangan lupa bawa minum/makanan dari rumah. Ini berguna mengingat pelayanan umum memakan waktu yang lama.
Sekian, Semoga bermanfaat & mohon doanya untuk proses persalinan saya nantinya smoga diberi kelancaran, amin.

Kamis, 14 April 2016

Menikmati Fasilitas Rujukan BPJS Kesehatan

Akhirnya saya menemukan ide lagi untuk sekedar menulis dan berbagi pengalaman, karna kebetulan kemarin baru saja periksa kehamilan dengan menggunakan BPJS Kesehatan. Dengan alasan berhemat, kali ini saya menggunakan BPJS yang dari kantor suami saya, dan memang saya sangat terbantu sekali ketika angka biaya pemeriksaan kehamilan melebihi jauh dari budget pemeriksaan bulanan kehamilan saya, BPJS Kesehatan menanggungnya kemarin, semuanya saya free tanpa bayar sepeserpun.

Awalnya saya hanya ingin periksa rutin biasa, karena memang alkhamdulilah kehamilan saya normal dan debay sehat (amin).  Namun berhubung klinik faskes I yang kami pilih tidak memiliki fasilitas rumah bersalin akhirnya saya dirujuk ke RSU Mampang Prapatan Kelas D  biasa kita menyebutnya RSUD Mampang.

RSUD Mampang memang belum lama beroperasi hampir setahun kira-kira, gedung 5 lantai ini letaknya di jl. Kapten Tendean satu deret dengan gedung Trans TV, kalau menggunakan kendaraan yah berarti harus mutar lewat jalur lambat dari perempatan mampang, kalau ditempuh menggunakan angkutan umum/jalan kaki tidak jauh dari perempatan mampang kok. Posisinya persis dibelakang yang jual lukisan-lukisan yang ada diperempatan mampang.

Kita kembali ke topik awal yah, setelah mendapat surat rujukan dari klinik pondok karya (faskes 1 kami) saya diantar suami dan Ginta meluncur menuju TKP sekitar jam 08.00 pagi, saya pikir waktunya udah pas lah jadi saya bisa ijin datang siang ke kantor. Sesampainya di RS saya langsung bertanya ke satpam dimana loket/ tempat pendaftarannya, ternyata ada dilantai 1 sebrang parkiran motor, dari situ kita disuruh ambil no antrian terlebih dahulu, ada 2 pilihan no antrian 1. untuk umum 2. BPJS. Tanpa ragu saya langsung mendapat no antrian BPJS no 17 (dalam hati lumayan jauh ya no nya).

Setelah mengambil no antrian langsung diarahkan ke lantai 2 untuk pendaftaran, ternyata saya tidak menunggu lama karna pas saya datang langsung dipanggil "No 17 BPJS " cuk..cukukucuk...,saya langsung menghampiri mas petugasnya & langsung saya kasih fc surat rujukan, fc bpjs, dan fc ktp saya. Eng ing eng,,,ternyata surat rujukan saya agak diragukan karna dari klinik saya menuliskan dengan ketikan dan no rujukan  ditulis tangan, yang diminta adalah surat rujukan online BPJS.

Kebetulan surat rujukan untuk ke RSU mampang kemarin yang minta suami saya, suami tidak menanyakan apakah system bpjs diklinik tsb error atau tidak suami langsung menerimanya saja. Menunggu agak lama saya didepan tempat pendaftaran, katanya mau dicek dulu ke bpjs. Setelah hampir 15 menit saya ditemui oleh mba cantik (Gak tahu nama & posisinya) menjelaskan kepada saya, bahwa surat rujukan sudah dicek ke bpjs dan benar ada. Hanya saja lain kali jangan mau kalau dikasih yang bukan online karna kalau bukan online mereka tidak bisa klaim,tapi kali ini kami bantu bu. tuturnya. Saya terus mengamati penjelasan si mbak nya kata demi kata yang mbak nya bilang.

Saya juga sempat ditanya memangnya ada indikasi apa kehamilannya bu?saya menjelaskan kehamilan saya normal bu, hanya saja faskes 1 tidak ada fasilitas rumah bersalinnya jadi mereka merujuk saya kesini. Menurut mbaknya memang kalau yang normal dan tidak ada indikasi apa-apa RS tidak akan menerima ini juga berkaitan dengan tidak bisanya mereka klaim. Penjelasan ini sama seperti ketika saya mendapatkan surat rujukan yang pertama di RS Setia Mitra Fatmawati.

Sebelum saya minta surat rujukan, sempat saya bilang ke suami agar minta dirujuk ke faskes 1 yang setara dengan klinik faskes 1 saja, tapi pihak klinik sepertinya belum memahami alur bpjs yang sebenarnya. Kebetulan untuk surat rujukan dari klinik saya sudah 3x meminta, dengan alasan waktu baru di RS Setia Mitra Fatmawati  & RSU mampang yang benar saya jalankan.

Kalau di RS Setia Mitra saya ditolak dan dikasih penjelasan yang sama dengan RSUD Mampang. Untung saya hanya mo periksa saja bagaimana kalau saya lagi sekarat ya..(amit-amit).

Ketika Mbaknya sudah kasih penjelasan saya langsung diproses, dikasih kartu dan diminta isi data. Saya pun langsung diarahkan menuju lantai 2 tempat Poli kandungan tujuan saya, tepatnya berhadapan dengan poli anak. Di poli kandungan saya ditemui 2 mahasiswa perawat yang lagi magang sepertinya, ini terlihat dari seragam dan gayanya yang sepertinya masih belajar. Tidak banyak pasien yang saya temui dilantai ini hanya ada 2 antrian dengan saya.

                           Gambar di depan poli Kandungan

Saya pun langsung didata kembali dari BB, tekanan darah, riwayat kehamilan dll. Setelah menunggu hampir 30 menit nama saya langsung dipanggil, didalam ruangan ada satu dokter cantik (Dr. Fransisca Spog dan 1 ibu perawat mungkin & 1 mahasiswa perawat yang ada didepan tadi). Setelah dicek ulang data saya, saya pun ditanya tentang keluhan saya. Saya pun menjelaskan bahwa akhir-akhir ini saya mengalami kep*****n yang sangat mengganggu rasanya g****l sekali.

Tidak banyak bicara dokternya, hanya sesekali dokter menjawab dari pertanyaan dari rekan-rekannya yang menanyakan sesuatu kepadanya. Saya pun langsung diminta tiduran ditempat seperti tempat tidur tapi hanya setengah trus dikanan kirinya ada tempat kaki yang buat ng******g , saya juga baru pertama kali melihat tempat tidur spt tu ternyata itu gunanya untuk mengecek alat g***** wanita agar bisa terlihat jelas. Ya Alloh itu pengalaman saya memalukan sepertinya, bagaimana tidak saya diminta buka C* dan alat g****** saya itu langsung dimasukan alat sepertinya besi untuk mengetahui seberapa parah kep****** saya. 

Saya salah satu orang yang parno dengan dunia medis, dari obat dan peralatannya. Rasanya saya menyesal harus bilang saya ada masalah kep******, saya hanya bisa meringis menahan sakit, sesekali dokter nya memarahi saya karna saya mengangkat bokong saya karna menahan sakit, diikuti oleh ibu perawat juga yang dengan nada tinggi mengulang perkataan dokter. Dari situ sepertinya tabiat ibu dokter mulai kelihatan tidak telaten dan tidak sabar, sejujurnya saya pengin nangis dan gak mau lagi acara periksa-periksa begituan.

Agak lama pengecekan itu dilakukan, dokter dan perawat seakan menyalahkan saya tentang kebersihan kewanitaan. Sejujurnya saya tidak terima, itu area pribadi saya tahu betul bagaimana cara menjaganya, bukankah penyebab kep****** banyak faktor penyebabnya. Alih-alih memberikan informasi dan edukasi saya seakan jadi pasien yang bersalah. Rasanya saya menjawabpun percuma tiap saya membela diri nada tinggi dari perawat itu keluar. ya sudah saya terima saja padahal gondoknya tuh disini,,disini,,disiniiiiiiiiiiiiiii!

Masih pada mau baca kan? ...

Setelah pemeriksaan Va**** dilanjut dengan USG, sebenarnya alat USG 2D. Cuma saya tidak tahu kenapa dari awal pengecekan saya disuruh minum banyak agar ketika dilakukan USG saya harus menahan pipis , alasannya dengan menahan pipis rahim benar-benar terlihat. Penjelasan ini saya masih tanda tanya karna selama saya melakukan USG 2D,3D, & 4D baru kali ini saya diminta menahan pipis ketika akan diUSG. Rasanya rasa ingin pipisnya sudah hilang pas pemeriksaan sebelumnya.

Berbeda dengan USG yang saya lakukan dipihak swasta, dokter akan informatif dan menjelaskan letak posisi bayi, jenis kelamin, dll. USG kali ini saya hanya bisa diam mengamati monitor yang tidak terlihat jelas apa maknanya dokternya pun hanya diam dengan sesekali dia menyuruh ibu perawatnya mencatat data yang ada dimonitor. Pas akhir pemeriksaan saya beranikan diri bertanya apakah kehamilan saya normal & bagaimana posisi bayinya? Kata dokternya Bagus!.

Saya pun diminta duduk kembali didepan mejanya, pas dicek ternyata BB debay saya sudah agak ndut dengan umur kehamilan 32 w, saya pun diminta tes lab dari darah, HIV, HB dll kalau saya lihat data yang dicheklist ada 5 pemeriksaan lab. Saya pun diminta ke lantai 2 lagi terlebih dahulu untuk meminta kwitansi, dengan menyerahkan fc kartu bpjs dan dilanjutkan melakukan test urine lab di lantai 3, Nanti kalau sudah hasilnya saya diminta ketemu dokternya lagi.

Dilantai 3 ini menurut saya yang paling banyak pasien, dilantai 3 bersebrangan dengan ruang rawat inap membuat banyak orang disini. setelah menyerahkan urine dan data saya, saya kembali mengambil no antrian. Kali ini saya dapat no 22, hampir 40 menit saya menunggu untuk dipanggil. Tidak berlangsung lama saya pun kemudian dipanggil, saya dicek oleh mbak manis ramah menurut saya.

            Pengambilan sample darah ditangan kiri.

Saya yang agak parno dengan jarum diajak ngobrol, pengecekan tidak berlangsung lama mungkin kurang dari 5 menit, waktu sudah menunjukan pukul 11.15 wib, setelah diambil sample darahnya saya diminta 2 jam untuk menunggu hasilya. Rasanya saya sudah lelah sekali kalau harus menunggu 2 jam di RS dengan bau yang khas RS membuat saya jadi seperti orang sakit, akhirnya saya memutuskan untuk tidak masuk kantor karna nanti harus ketemu dengan dokternya lagi, saya memilih pulang ke rumah terlebih dahulu untuk sekedar makan dan sholat dirumah sambil menunggu 2 jam. kebetulan tempat tinggal kami memang tidak jauh dari RSU Mampang.

Pukul 13.00 wib saya pun kembali ke RS sendiri dengan motor kesayangan dan perut yang sudah membuncit, Ginta yang sudah kelelahan dan ngantuk saya serahkan ke suami untuk menjaganya terlebih dahulu. Saya langsung menuju lantai 3, disana tempatnya sudah sepi hanya beberapa orang barengan saya saja yang akan mengambil hasil lab, ternyata jam 13.12 tadi sudah dipanggil-panggil nama saya, saya yang sampai 13.30 telat beberapa menit. Setelah mengambil hasil lab saya langsung menuju lantai 2, saya pikir dokternya lagi istirahat, ternyata dokternya lagi mengajar dilantai 5. Saya kembali harus bersabar dan menunggu lagi dilantai 2 ini, masih sama seperti pagi tidak ada antrian pasien yang berarti di poli ini.

Sekitar pukul 14.30 wib ibu dokter dan rombongan perawat datang, tak berlangsung lama saya pun kembali dipanggil oleh ibu perawat yang dari pagi mendampingi dr . Fransisca ini. Ketika masuk, si ibu perawat bilang ke dokternya "bu..si ibunya ternyata pulang dulu tadi waktu dipanggil" ibu dokter pun menjawab "Yeahhh,,"dg nada gimana gituh. Trus saya jawab, kan disuruh tunggu 2 jam bu, oh yaya..Kata dokternya (dalam hati aku masih dongkol dan kesel terutama sama ibu perawat,,ya Alloh amit-amit ampuni aku). Ibu dokter menyalin hasil labnya, dia bilang saya masih anemia hb rendah, harus banyak minum dan tidak boleh menahan pipis. 

saya pun diresepkan 6 macam obat dan vitamin termasuk obat yang dimasukkan didlm Va****dan saya diminta datang seminggu lagi untuk cek kondisi kep****** saya dan masih harus test gula lg dengan catatan harus puasa 10 jam. (Ya Alloh cobaan hidup apa lagi ini, seumur-umur baru pernah hihihi),

Setelah selesai saya diminta ke lantai 1 untuk mengambil obat, saya pun lagsung meluncur ke lantai 1 tepatnya di loket no antrian pertama kali datang.Ya Alloh rasanya lega sekali semuanya berakhir dan harus dag dig dug untuk 1 minggu lagi, saya masih galau apakah nanti mau datang lagi atau tidak mengingat pengecekannya seperti itu rasanya keluhan saya sudah langsung sembuh. Asli saya masih kebayang dengan pemeriksaan yang membuat ngilu.


Menurut saya dengan adanya BPJS Kesehatan :
  1. Masyarakat memang terbantu, termasuk saya juga. cuma memang jangan mengaharapkan bisa fleksible waktu dan tempatnya, bagi ibu bekerja harus berkorban waktu karna harus ijin/bolos kerja. Beruntung yang kantornya mempunyai sistem cuti yang bisa diambil kapan saja, tanpa takut ada potongan dari perusahaan. Jarang sekali pelayanan BPJS yang after office hours ataupun dihari libur, kemungkinan yang bersifat darurat saja.
  2. Pelayanannya juga relativ menurut saya, kemungkinan beda RS, beda orang, beda karakter dokter & tim medis yang menanganinya, beda juga pelayanannya. Butuh banyak kesabaran dalam menerima perlakuan yang tidak mengenakan, saya cukup merasa pasti akan berbeda pelayanannya jika saya tidak menggunakan bpjs .
  3. Rasanya Perlu adanya Sosialisasi, Koordinasi dan Edukasi antara faskes 1 ataupun pihak faskes lanjutan agar pasien tidak ditolak/mondar2ir. 
Bagaimanapun hidup adalah pilihan, memilih tempat berobat atau sekedar periksa juga pilihan. Jika punya dana lebih kita bisa memilih dimana,kapan, dan sama siapa saja bisa berobat/periksa. Akan tetapi jika dana kita pas-pasan/kurang pilihlah dari pilihan yang ada.

Begitulah cerita saya , bagaimana dengan anda....?

Senin, 11 April 2016

USG 4D

Kegiatan Ultrasofonogi (USG) sudah sangat biasa dilakukan oleh ibu hamil, termasuk saya. Rasanya ingin deh setiap hari/minggu saya melakukan kegiatan ini (hihihi), sayang saya hanya melakukan sebulan sekali. Seperti yang kita ketahui bahwa USG itu ada beberapa type 2D, 3D & 4D,yang belum tahu perbedaannya bisa baca disini yah:

http://health.detik.com/read/2010/11/04/133324/1485661/764/apa-bedanya-pemeriksaan-usg-2d-3d-dan-4d

Kebetulan tanpa sengaja saya kemarin melakukan USG 4D, awalnya saya juga tidak tahu bidan yang saya datangi bekerja sama dengan dokter yang menyediakan layanan USG 4D, maklum saya baru pertama kali USG ditempat tersebut. Pas lagi diperiksa dan lihat dimonitor saya sangat puas dan seneng banget bisa lihat debay lebih jelas berbeda dengan yang 2D/3D yang sering saya lakukan. 

Saya sampai meminta dokternya meminta cek semua anggota tubuh debay dimonitor satu persatu dari mulut,hidung ,mata kaki dan tangan dan dilihatkan dari 2 sisi, pas sudah selesainya juga dikasih print annya. Ehmmm,,ada yang buat lebih seneng juga sih dokternya tuh informatif, ramah banget, muda & tampan badai, kitanya diajak ngobrol kaya bukan dokter sama pasien gitu. Pokoknya top markotop lah, jadi pengin diperiksa terus (becanda kok beib..maklum ibu2 hihi).



         ini hasil print debay waktu 27 W berat 999 gram (sehat trus ya nak..)

Setahu saya USG 4D harganya lumayan, dari klinik yang pernah tanya ditempat tinggal saya itu harga diatas 500ribu, tapi ditempat kemarin saya periksa ternyata enggak semahal itu bahkan menurut saya murah bingit karna tidak sampai 200ribu itu pun sudah sama obat.

Biarpun saya ada BPJS tapi saya belum pernah menggunakannya untuk USG, saya sudah parno duluan dengan antriannya dari pagi sampai sore bahkan malam katanya,,bisa-bisa saya klenger (pingsan) duluan. Bagi Bunda yang tinggal disekitaran kemang - bangka, dan ingin melakukan USD 4D bisa datang ke tempat prakteknya Bidan Sri Susanti alamat sbb:

Jl. Bangka IIIA  No 46, Jaksel Telp 021 719 75 40.
Tiap hari rabu malam mulai jam 07.00 s/d selesai.
Nanti langsung ditangani oleh Dr. Iwan Effendi, Spog.
(sekedar saran telp dulu dan minta no antrian agar tidak menunggu terlalu lama).

Siap-siap kesemsem yah sama dokternya hihi...
Sekian smoga bermanfaat...

Senin, 04 April 2016

Agar Tidak BAPER Ketika Meninggalkan Si kecil Saat Bekerja

Ketika berangkat bekerja terkadang pertanyaan dari sikecil membuat kita tidak tega untuk meninggalkannya, termasuk saya. Untung saja tempat saya bekerja tidak jauh dari tempat tinggal, terkadang Ginta suka bertanya yang membuat hati saya melo.."Amih mo apain?cari wit..., Ntaa..??" (Mamih mo ngapain,,cari duit..Ginta sama siapa maksudnya) miris kan dengernya, kalau sudah begitu saya cuma bisa kasih penjelasan ringan "Iya Nak,,Ginta sama mama tua ya, sama DD, sama kk Nada (temennya), sama mbah,,nanti ginta tungguin amih yah kalau sore kita jalan-jalan. Terkadang dia mengerti, tapi tidak jarang juga dia merajuk enggak mau lepas biarpun sudah saya ajak jalan-jalan jauh dan beli ini itu.

Saya jadi ingat dulu ketika masih kecil jika ibu saya pulang kampung dan hendak pergi merantau lagi ke jkt perasaannya sama seperti ginta. Ehmm,,,iya itu memang konsekuensi jadi ibu bekerja, tega tidak tega, harus ada yang dikorbankan. Akan tetapi bukan berarti kita tidak bisa menebus rasa bersalah itu loo..ada beberapa tips agar tidak baper (bawa perasaan) ketika meninggalkan sikecil bekerja menurut saya :

  1. Percayakan dan yakinkan diri bahwa sikecil akan baik-baik saja kepada siapa kita menitipkannya.(babysitter,kk,mertua,ortu,sdr dll)
  2. Selalu sisipkan waktu bersama ketika mau berangkat/ pulang bekerja, misal ajak anak mandi bersama /buat acara memandikan sikecil lebih ceria,menyuapi anak sarapan sebelum berangkat dengan penuh canda, ketika pulang bekerja ajak makan bersama, temani sikecil bermain.
  3. Kalau saya tipe orang yang jarang menelpon/menanyakan anak sedang apa, karena itu malah membuat anak teringat dan merengek agar maminya cepat pulang. Saya lebih memilih meminta orang rumah menhhubungi saya segera ketika urgent atau sekedar menanyakan aktivitas sikecil ketika sudah dirumah. 
  4. Sebisa mungkin saya gunakan akhir pekan/hari libur saya untuk sikecil, mau locat-loncatan atau sekedar jalan ditaman menemani main perosotan. Saya usahakan juga untuk pekerjaan rumah selesai sepagi mungkin, agar waktu bersama anak lebih lama tanpa gangguan apapun.
  5. Ketika anak sedang tidak sehat, saya mengusakan agar saya tetap disampingnya. Kalau dulu saya jarang banget bolos/ijin ke kantor, akan tetapi ketika sudah ada ginta saya jadi pernah/sering ijin ke kantor ketika dirasa sakit ginta begitu mengkhawatirkan.

Ketika kita sudah memutuskan untuk terus bekerja ketika sudah ada anak, memang harus ada yang dikorbankan. Akan tetapi bukan berarti kita tidak bisa menyiasatinya, kalau menurut anda bagaimana??..